SUTARMIN D. Hi. AHMAD, S. Hut, M.Sc

  • Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah
  • Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga

BIOGRAFI :

Lahir di Desa Urulepe Kecamatan Una-Una Kabupaten Poso (sekarang Kabupaten Tojo Una-Una), 3 Oktober 1978 dari pasangan suami- isteri Dullah Hi. Ahmad dan Wirda, merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Erupsi gunung Colo 23 Juli 1983 yang menghancurkan pulau Una-Una membuat seluruh masyarakat termasuk keluarganya mengungsi ke Ampana dan akhirnya menetap di Kepulauan Togean, dan menghabiskan masa kecilnya di pulau yang indah itu.

Riwayat pendidikannya di mulai saat pendidikan dasar di SD Negeri 4 Wakai, kemudian SMP Negeri Toboli dan melanjutkan ke SMA Negeri 1 Parigi. Tahun 1996 di terima sebagai mahasiwa Fakultas Pertanian Universitas Tadulako melalui SIPENMARU namun kesulitan ekonomi justru membuatnya tidak sempat berkuliah di Universitas Terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah itu. Tahun 1997 bekerja sebagai karyawan bagian pengukuran kayu dan survei di PT.Parakawan Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Selatan, sebuah perusahaan pemegang konsesi Hak Pengusahaan Hutan. Pendidikan Tinggi di tempuh di Fakultas Pertanian Jurusan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palu dan menyelesaikannya tahun 2003.

Selama berstatus mahasiswa, aktif pada kegiatan mahasiswa dan menjadi Ketua Senat Mahasiwa Fakultas Pertanian pada tahun 2000, Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Kehutanan Indonesia dan lebih banyak aktif pada kegiatan-kegiatan pencinta alam, tercatat pernah mengikuti berbagai kegiatan dan pelatihan alam bebas di berbagai daerah di Indonesia,mental petualangannya menuntunnya telah menjejakan kaki di setiap desa di Sulawesi Tengah.

Tahun 2004, menjadi staf Conservation International Indonesia, sebuah LSM International yang berpusat di Amerika Serikat dan bergerak pada pelestarian alam dan lingkungan, aktivitasnya pada LSM tersebut antara lain melakukan riset biologi pesisir dan kelautan, melakukan advokasi masyarakat, pembinaan, pendampingan dan pendidikan lingkungan bagi anak-anak dan masyarakat pesisir. Tahun 2006 menjadi staf pada Yayasan Bina Sains Hayati, Depok dan di perbantukan pada Conservation International Indonesia Program, dengan fokus pada kegiatan pendampingan masyarakat pada perlindungan pesisir dan terumbu karang pada desa-desa di Kepulauan Togean. Tahun 2008-2013 menjadi Fasilitator Pemberdayaan masyarakat pada program PNPM Mandiri Perdesaan dengan lokasi tugas di Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara. Tahun 2014 menjadi Fasilitator Masyarakat Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) di Kabupaten Banggai.

Tahun 2014, penyuka stand up comedy ini bekerja sebagai peneliti bidang kehutanan dan sosial masyarakat pada sebuah perusahaan konsultan, Bogor Conservancy and Learning Centre yang berbasis di Bogor, saat yang bersamaan juga melanjutkan studi di Pasca Sarjana Departemen Silvikultur Program Studi Ilmu Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, selama menjadi mahasiswa pasca sarjana perguruan tinggi terbesar di tanah air ini, aktif pada berbagai proyek penelitian di Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan UGM di berbagai perkebunan wilayah di pulau Jawa baik perkebunan skala besar maupun skala rakyat, khususnya pada penelitian peningkatan produktivitas tanaman Cengkeh.

Sebagai seorang pekerja sosial, praktis belum memiliki pengalaman kepemiluan yang berderet, pengalamannya dibidang pemilu yaitu menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada beberapa penyelenggaraan pemilu dan Pilkada, membaca adalah hobinya disamping bertani dan beternak dan hobi lainnya adalah menghabiskan waktu dengan putri semata wayangnya.

Kepekaanya terhadap kondisi masyarakat menuntunnya menekuni dunia kepemiluan karena pemilu menurutnya adalah jalan konstitusional menuju kesejahteraan, daerah- daerah di Indonesia dengan ekosistem demokrasi yang baik berkorelasi dengan kesejahteraan masyarakatnya, begitupun sebaliknya. Titik awal membangun kesejahteraan harus dimulai pemilu yang berintegritas sehingga hasilnya mendapatkan legitimasi rakyat dan pemimpinnya bisa bekerja bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Keyakinan inilah yang membuat pengagum Bung Hatta, akhirnya terpilih menjadi Komisioner Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah periode 2017-2022, dan semakin memantapkan tekad dan keyakinannya mengemban tugas mulia mengawal demokrasi di Provinsi Sulawesi Tengah.

PENGALAMAN KERJA :

  • Staf Pengembangan Masyarakat (Community Development) Conservation International Indonesian Program. (2004 – 2006)
  • Pengembangan Masyarakat Yayasan Bina Sains Hayati Indonesia, Depok. (2006 – 2007)
  • Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara. (2008 – 2013)
  • Fasilitator Masyarakat (Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan). Tahun 2013
  • Penelitian Bidang Sosial dan Kehutanan. Bogor Conservancy and Learning Centre. (2014 – 2016)