Ketua Bawaslu Sulteng: Humas Harus Bangun Brand Positif Bawaslu
|
KETUA BAWASLU SULTENG HUMAS HARUS BANGUN BRAND POSITIF BAWASLU
Palu, Bawaslu Sulteng - Â Tugas Humas pengawas Pemilu sejatinya untuk membangun brand positif lembaga itu sendiri, sehingga peningkatan kapasitas pengelolah kehumasan perlu ditingkatkan. Demikian diuangkapkan Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husen dalam sambutannya pada Rapat Kerja Teknis Peningkatan Kapasitas Pengelolah Website dan Media Sosial dalam rangka Membangun Keterbukaan Informasi Publik, Jumat (20/12/2019).
“saya senang ketika dalam proses rekrutmen Panwascam, beberapa Kabupaten/Kota itu membuat desain grafis terkait dengan pengumuman, kelengkapan, sampai kemudian hasilnya dibuat desain grafis, itu intinya kreativitas teman-teman penglolah website dan media sosial. Sehingga ada desain grafis itu tentunya sangat positif untuk pengembangan website dan juga dalam rangka membangun brand positif kelembagaan bawaslu.â€
Lebih lanjut Ruslan menjelaskan membangun brand positif kelembagaan Bawaslu bagi pengelolah Kehumasan juga berkaitan dengan peliputan, penulisan berita, membuat rilis serta membangun jaringan dengan media dan wartawan. Khusus untuk pengelolah Humas, kegiatan ini tentu bertujuan membuat pola kebiasaan menulis berita dalam waktu singkat layaknya wartawan.
†Jadi ada perhatian dari teman-teman terkhusus untuk pengelola ataupun yang ditugaskan untuk  di bagian humas ataupun mengelola website itu muncul talenta dan instingnya bahwa objek ini sangat bagus sekali untuk dalam rangka membangun brand positif daripada kelembagaan pengawasâ€.
Kegiatan akan berlangsung dari tanggal 20-22 Desember 2019. Sementara narasumber dalam kegiatan ini terdiri dari Ketua Bawaslu Sulteng yang akan mensosialisasikan Peraturan Bawaslu Nomor 10 Tahun 2019 terkait keterbukaan Informasi Publik, Kemudian ada dua wartawan handal, Irwan dari Harian Sulteng Raya dan Muhammad Hajiji dari Kantor Berita Antara yang akan membawakan materi terkait teknik penulisan berita serta prakteknya serta Humas Bawaslu Republik Indonesia yang akan membahas terkait pengelolaan media sosial kelembagaan Bawaslu.
Penuli: Muthia Foto: Syukran