Nasrun Dorong Integrasi Kepemiluan dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi
|
Palu, Bawaslu Sulteng – Penguatan demokrasi melalui jalur pendidikan tinggi menjadi salah satu strategi Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah pada masa non-tahapan pemilu. Komitmen tersebut ditunjukkan Ketua Bawaslu Sulteng, Nasrun, saat menghadiri Workshop Finalisasi Penyusunan Dokumen Kurikulum Fakultas Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu Tahun Akademik 2026, Rabu (11/02/2026).
Dalam forum akademik yang digelar di Auditorium UIN Datokarama Palu tersebut, Nasrun diundang secara khusus untuk memberikan pandangan terkait integrasi isu pemilu dan demokrasi dalam kurikulum, khususnya di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Adab. Pihak fakultas menilai tema kepemiluan memiliki relevansi dengan sejumlah mata kuliah yang akan dikembangkan dalam kurikulum baru.
Nasrun menyampaikan bahwa keterlibatan Bawaslu dalam kegiatan akademik merupakan bagian dari penguatan program kelembagaan pada masa non-tahapan, antara lain melalui Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Konsolidasi Demokrasi, serta program Bawaslu Membelajarkan. Menurutnya, kampus menjadi ruang strategis dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi dan kesadaran pengawasan sejak dini kepada mahasiswa.
Ia berharap melalui workshop tersebut dapat terbangun sinergi kelembagaan antara Bawaslu Sulawesi Tengah dan UIN Datokarama Palu yang ke depan dapat diformalkan dalam bentuk perjanjian kerja sama. Selain itu, penyusunan kurikulum diharapkan mampu menghadirkan mata kuliah yang berkaitan langsung dengan kepemiluan dan demokrasi, sehingga membuka ruang kontribusi Bawaslu dalam penguatan pendidikan demokrasi di perguruan tinggi.
Kehadiran Bawaslu dalam forum penyusunan kurikulum ini menjadi bagian dari upaya memperluas pengawasan partisipatif berbasis akademik serta mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kesadaran kritis terhadap integritas pemilu dan proses demokrasi.
Penulis/Foto: Qadri
Editor: Milan