Nasrun Dorong Mahasiswa Aktif Awasi Pemilu Partisipatif
|
Palu, Bawaslu Sulteng – Keterlibatan generasi muda dalam pengawasan pemilu dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas demokrasi serta memperkuat partisipasi publik dalam proses penyelenggaraan pemilu yang jujur dan berintegritas.
Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Nasrun saat menjadi pembicara pada mata kuliah Sistem Kepartaian dan Mata Kuliah Program Studi Pemikiran Politik Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Datokarama Palu, Selasa (26/05/2026).
Dalam pemaparannya bertajuk “Peran Bawaslu dalam Mengawal Integritas Sistem Kepartaian dan Pemilu di Tengah Arus Informasi Digital”, Nasrun menekankan pentingnya pengawasan partisipatif dari masyarakat sebagai instrumen utama menjaga demokrasi dan kepercayaan publik terhadap proses pemilu.
Menurutnya, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya kalangan muda dan akademisi, dalam mengawal setiap tahapan pemilu.
Nasrun menyampaikan bahwa Bawaslu memiliki peran strategis dalam menjaga integritas sistem kepartaian melalui sejumlah fungsi pengawasan terhadap potensi politik sebagai peserta pemilu. Pengawasan tersebut mencakup verifikasi partai politik dan calon perseorangan, penggunaan proses rekrutmen calon anggota legislatif, pengawasan akuntabilitas dana kampanye partai politik, hingga penegakan aturan batasan kampanye.
Selain itu, di hadapan mahasiswa UIN Datokarama Palu, ia menjelaskan terdapat tiga langkah adaptasi dalam mengawal sistem kepartaian dan pemilu digital.
“Pertama, pemanfaatan sistem pengawasan dan pelaporan berbasis aplikasi. Kedua, pengawasan kampanye digital melalui patroli siber. Ketiga, penguatan literasi dan pengawasan partisipatif secara daring dan offline,” ujar Nasrun.
Ia menambahkan bahwa penguatan literasi digital menjadi penting di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin memengaruhi dinamika demokrasi dan perilaku politik masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Nasrun juga memaparkan tahapan penyelenggaraan pemilu mulai dari pemutakhiran data pemilih hingga rekapitulasi hasil penghitungan suara sebagai bagian dari edukasi kepemiluan kepada mahasiswa.
Kuliah umum tersebut merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Agreement (MoA) antara Bawaslu dan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUAD) UIN Datokarama Palu sebagai upaya memperkuat sinergi kelembagaan melalui ruang diskusi akademik, yang bertujuan dapat meningkatkan pemahaman kepemiluan, memperluas edukasi pengawasan partisipatif, serta membangun kolaborasi berkelanjutan antara lembaga pengawas pemilu dan kalangan akademisi.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa beserta civitas akademik Program Studi Pemikiran Politik Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUAD) UIN Datokarama Palu. Selain itu, turut hadir para kepala bagian serta jajaran staf Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah yang mendampingi Ketua Bawaslu Sulteng selama pelaksanaan kegiatan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam pengawasan pemilu semakin meningkat guna mendukung terwujudnya demokrasi yang berintegritas di Sulawesi Tengah
Penulis: Syukran
Foto: Azizah
Editor: Milan