Orientasi PPPK, Bawaslu Sulteng Perkuat Integritas Aparatur
|
Palu, Bawaslu Sulteng – Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun tata kelola kelembagaan yang profesional, kredibel, dan berintegritas. Aparatur yang memahami nilai, etika, serta budaya kerja organisasi dinilai memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan pemilu.
Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut, Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika Instansi Tahun 2026 yang diikuti seluruh PPPK pengangkatan tahun 2025 di lingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (22/06/2026).
Kegiatan ini merupakan agenda resmi Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu RI yang merupakan tindak lanjut pasca pelantikan PPPK Tahun 2024 dan 2025.
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Rahmat Fauzi Mursalin. Dalam sambutannya, Rahmat menegaskan bahwa orientasi merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter serta peningkatan kompetensi aparatur dalam memahami tugas dan tanggung jawab kelembagaan.
Menurutnya, orientasi tidak hanya menjadi sarana pengenalan lingkungan kerja, tetapi juga media untuk memperkuat pemahaman terhadap tata kelola organisasi, profesionalitas kerja, serta nilai-nilai etika yang harus dijunjung tinggi oleh setiap pegawai.
“Melalui orientasi ini, kami berharap seluruh peserta dapat memahami tata kelola kerja sekretariat, meningkatkan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas teknis, serta mengedepankan nilai-nilai moral dan etika dalam menjalankan peran sebagai PPPK,” ujar Rahmat.
Selain pembekalan terkait nilai dan etika instansi, peserta juga menerima materi mengenai tata kelola organisasi, manajemen kinerja, profesionalitas kerja, serta pemahaman tugas dan fungsi staf teknis guna mendukung pelaksanaan pekerjaan secara optimal, akuntabel, dan bertanggung jawab.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Dewi Tisnawaty, menegaskan bahwa orientasi PPPK merupakan langkah strategis dalam membentuk aparatur yang profesional, berintegritas, dan memiliki komitmen tinggi terhadap lembaga.
Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap struktur organisasi, tata kerja, serta manajemen kinerja instansi akan menjadi modal penting bagi pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai fungsi dan kewenangannya.
“Harapan kami, seluruh pegawai dapat memahami struktur dan tata kerja organisasi, manajemen kinerja instansi, serta mampu menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik sesuai fungsi dan kewenangan yang dimiliki Bawaslu,” ungkap Dewi.
Dewi juga mengingatkan seluruh PPPK agar senantiasa menjaga marwah dan nama baik lembaga, baik dalam pelaksanaan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan orientasi ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni pada 22–24 Juni serta 26–27 Juni 2026, dengan metode pembelajaran yang memadukan sistem klasikal dan self learning melalui modul serta video pembelajaran. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah berharap seluruh peserta mampu menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN, meningkatkan kompetensi dan profesionalisme kerja, serta memperkuat integritas dalam pelaksanaan tugas guna mendukung terwujudnya tata kelola kelembagaan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Penulis/Foto: Qadri
Editor: Milan