Pilkada 2020, Bawaslu Sejak Dini Sosialisasikan Pengawasan Kepada Masyarakat
|
PILKADA 2020, BAWASLU SEJAK DINI SOSIALISASIKAN PENGAWASAN KEPADA MASYARAKAT
Porame, Bawaslu Sulteng – Tahun 2020 Bawaslu akan mengawasi pelaksanaan Pemilihan kepala daerah untuk 9 Provinsi, 37 kota dan 224 kabupaten. Sejak dini Bawaslu hadir menyampaikan kebijakannya dengan banyak cara salah satunya dengan melakukan sosialisasi tatap muka. Desa Porame Kabupaten Sigi dipilih menjadi tempat pelaksanaan Sosialisasi tatap muka bersama kelompok masyarakat rentan, Selasa (5/11/2019).
Dalam kegiatan ini Bawaslu RI yang bekerja sama dengan Bawaslu Kabupaten Sigi mengundang Kelompok milenial yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa, kelompok perempuan, kelompok disabilitas dan penduduk pedalam ini merupakan kelompok yang rentan dipengaruhi politik uang oleh peserta Pemilu dan Pemilihan.
Salah satu kelompok yang rentan dipengaruhi politik uang adalah kelompok disabilitas. Melalui kegiatan ini anggota Bawaslu Republik Indonesia, Ratna Dewi Pettalolo mengatakan Bawaslu akan memastikan hak konstitusional kelompok disabilitas bisa ditegakkan oleh KPU melalui fungsi pelayanan untuk menyalurkan hak pilih mereka. “Sesuai dengan tugas, kami sebagai penyelenggaran akan memastikan KPU menuangkan kebijakan kelompok disabilitas kedalam PKPU. Selanjutnya kami akan memastikan kebijakan itu di jalankan oleh jajaran penyelenggara Pemilu hingga kebawah†jelasnya.
Pegiat Pemilu, Wahidah Suaib yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan selain penyelenggara, Rakyat memiliki peran paling krusial dalam mengawasi ajang lima tahunan ini. “Penting untuk rakyat terlibat aktif mengawal proses dan hasil Pemilu agar terpilih pemimpin yang baik melaui proses yang menghargai kemurnian suara rakyat†demikain disampaikannya dihadapan peserta sosialisasi.
Sementara itu Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husen yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut memperkenalkan formulir online informasi awal yang tersedia di website Bawaslu Sulteng. Ruslan berharap masyarakat mau menjadi pelapor bila menemukan potensi pelanggaran Pilkada di sekitarnya. Selain itu beliau berharap website Bawaslu Sulteng nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menemukan berbagai informasi pengawasan Pilkada di Provinsi Sulawesi Tengah.
Foto/Penulis: Muthia
