Potensi Pelanggaran Netralitas ASN, TNI dan Polri Tinggi, Puadi Sebut Bawaslu Sedang Bangun Kerjasama dengan ketiga Lembaga
|
POTENSI PELANGGARAN NETRALITAS ASN, TNI DAN POLRI TINGGI, PUADI SEBUT BAWASLU SEDANG BANGUN KEJASAMA DENGAN KETIGA LEMBAGA
Palu, Bawaslu Sulteng -Â Anggota Bawaslu RI Puadi mengatakan berkaitan dengan potensi pelanggaran netralitas, Puadi inginkan menjalin kerjasama kelembagaan dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) TNI dan Polri sebagai bentuk implementasi dari perintah Undang-Undang. Hal tersebut diungkapkanya saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pemetaan Potensi Pelanggaran Tahapan Pendaftaran dan Verifikasi Calon Peserta Pemilu Tahun 2022, Rabu, (13/07/2022).
"Kedepannya kita akan bertemu dengan panglima TNI, Kapolri dan KASN guna membicarakan kaitannya dengan netralitas" ungkapnya dihadapan peserta kegiatan.
Selain itu, Puadi menegaskan bahwa apa yang dilakukan tersebut adalah guna untuk mewujudkan keadilan Pemilu.Â
"Jadi untuk mewujudkan keadilan Pemilu itu kita tidak bisa pandang bulu, harus membangun nilai-nilai independensi, siapapun akan diperlakukan sama dalam rangka mewujudkan keadilan Pemilu" jelasnya.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data dan Informasi ini lebih lanjut menerangkan kaitannya tentang investigasi terhadap informasi awal adanya dugaan pelanggaran, yang mana pengawas Pemilu melakukan pendalaman, memeriksa dan mendalami untuk memastikan adanya dugaan pelanggaran atau tidak, yang hasilnya nanti adalah temuan.
Lebih lanjut dalam proses investigasi, Puadi menyampaikan bahwa Bawaslu akan buat Peraturan Bawaslu tentang investigasi.
"Nanti kalau sudah handal dalam proses investigasi, kita akan buat Perbawaslunya tentang investigasi" lanjutnyaÂ
Di akhir sambutannya, Puadi harapkan kerjasama antara Bawaslu dan sekretariat, Bawaslu dan KPU serta menggandeng organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga kepemudaan.
"Lakukan kerjasama yang baik terutama teman-teman Sekretariat dengan Bawaslunya, Bawaslu dengan KPU, Bawaslu menggandeng para ormas, organisasi kepemudaan. Semua yang terlibat itu tolong dirangkul sebagai bagian dari partisipasi masyarakat dalam proses pengawasan adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan".
Terakhir Puadi menghimbau kepada seluruh peserta “Untuk itu saya menghimbau kepada teman-teman penyelenggara, baik Bawaslu, KPU dan Sekretariat untuk bekerja secara profesional menjadi satu pedoman sesuai dengan prinsip-prinsip penyelenggaraan Pemilu itu sendiri" tutupnya.
[caption id="attachment_5117" align="alignnone" width="1280"]
Anggota Bawaslu RI Puadi saat memberikan sambutan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pemetaan Potensi Pelanggaran Tahapan Pendaftaran dan Verifikasi Calon Peserta Pemilu, Rabu (14/07/2022) Foto: Kadri.[/caption]
Penulis/Foto: Kadri
Editor: AM