Rasyidi: Data adalah Rekam Jejak dan Tolak Ukur Penting dalam Penanganan Pelanggaran Pemilu 2024
|
Rasyidi: Data adalah Rekam Jejak dan Tolak Ukur Penting dalam Penanganan Pelanggaran Pemilu 2024
Morowali, Sulawesi Tengah - Anggota Bawaslu Sulawesi Tengah, Rasyidi, menegaskan pentingnya data sebagai rekam jejak dan tolak ukur dalam penanganan pelanggaran Pemilu 2024. Pernyataan ini disampaikan saat membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Pengelolaan Data Penanganan Pelanggaran Pemilu 2024 di Grand Qafia Bungku, Kabupaten Morowali. Sabtu (22/06/2024)
Dalam sambutannya, Rasyidi menekankan bahwa data tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai alat evaluasi untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja Bawaslu dalam menangani pelanggaran Pemilu. Dengan pengelolaan data yang baik, diharapkan penanganan pelanggaran Pemilu 2024 akan lebih efektif dan akuntabel.
Acara ini bertujuan untuk sinkronisasi dan evaluasi Bawaslu Kabupaten/Kota dalam mengelola data penanganan pelanggaran. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota dapat memastikan data penanganan pelanggaran terdokumentasi dengan baik.
Acara tersebut dihadiri oleh Koordinator Divisi Bawaslu Kabupaten/Kota, Pejabat Struktural Bawaslu Kabupaten/Kota, serta staf yang membidangi penanganan pelanggaran.
Rapat koordinasi ini juga menghadirkan narasumber DR. Amirudin Udu, M.Hum, mantan Ketua Bawaslu Sulawesi Tenggara periode 2018-2023, dan Idris Mamonto, S.H., M.H., seorang praktisi hukum.
[caption id="attachment_8673" align="aligncenter" width="698"]
Foto pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi Pengelolaan Data Penanganan Pelanggaran Pemilu 2024. Sabtu (22/06/2024)[/caption]
Penulis/Foto : Milan