Rasyidi: Mahasiswa Pilar Pengawal Demokrasi Berintegritas
|
Palu, Bawaslu Sulteng – Peran mahasiswa sebagai pengawal demokrasi kembali menjadi sorotan dalam upaya memperkuat integritas penyelenggaraan pemilu.
Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Rasyidi Bakri, menjadi narasumber pada Seminar Nasional bertajuk “Integritas Penyelenggara Pemilu dan Masa Depan Demokrasi” menegaskan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam menjaga kualitas demokrasi yang berintegritas. Kamis (02/04/2026)
Dalam pemaparannya, Rasyidi menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mengawal demokrasi, tidak hanya sebagai pengamat, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, mahasiswa dituntut untuk terus belajar, berpikir kritis, serta berkontribusi nyata dalam menjaga nilai-nilai demokrasi agar tetap berjalan sesuai prinsip kejujuran dan keadilan.
Ia juga menyampaikan bahwa kerja-kerja pengawasan Bawaslu tidak berhenti pada tahapan pemilu. Pada masa non-tahapan, Bawaslu tetap melaksanakan sosialisasi dan edukasi sebagai bagian dari penguatan demokrasi, peningkatan kesadaran masyarakat, serta upaya menjaga integritas proses demokrasi secara berkelanjutan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ini diselenggarakan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia, serta diikuti oleh akademisi, dosen, dan mahasiswa dari Universitas Tadulako dan Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peran mahasiswa semakin kuat dalam mendukung pengawasan partisipatif serta turut menjaga kualitas demokrasi yang berintegritas di Sulawesi Tengah.
Penulis: Milan
Foto: M. Ryanto