Bawaslu Sulteng Dorong Pemilu Inklusif Libatkan Kelompok Rentan
|
Sigi, Bawaslu Sulteng – Penguatan pemahaman kepemiluan bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pemilu yang inklusif dan berkeadilan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Fasilitasi Pemahaman Kepemiluan Kepada Disabilitas dan Kelompok Rentan dengan Tema “Peran kelompok Rentan dalam Pengawasan Partisipatif untuk Pemilu Inklusif" yang digelar Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (04/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Cafe Inklusi, Kabupaten Sigi ini dihadiri oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Sulteng, Nasrun, Dewi Tisnawaty, dan Rasyidi Bakry, serta melibatkan kelompok penyandang disabilitas sebagai peserta utama.
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Anggota Bawaslu Sulteng, Rasyidi Bakry, menegaskan bahwa masa pasca pemilu harus dimanfaatkan sebagai momentum refleksi untuk mengidentifikasi kebutuhan kelompok disabilitas dalam proses demokrasi, seperti penyediaan surat suara khusus atau huruf braille serta fasilitas lain yang ramah disabilitas.
“Kita punya hak yang sama dalam konstitusi yaitu hak untuk dipilih dan memilih. Jadi semua warga negara harus sama, demi pemilu yang inklusif,” ujar Rasyidi.
Ia menambahkan, sebagai warga negara diperlukan upaya bersama untuk terus melakukan perbaikan demi kualitas demokrasi yang lebih baik di masa mendatang. Menurutnya, kualitas pemilu sangat ditentukan oleh tingkat pemahaman pemilih terhadap hak dan kewajibannya.
“Dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman kepemiluan bahwa peran kelompok rentan dalam pengawasan partisipatif sangat penting,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Sulawesi Tengah, Samsinar, yang memberikan penguatan perspektif terkait pentingnya pemenuhan hak serta pemberdayaan penyandang disabilitas dalam proses demokrasi yang inklusif.
Di akhir kegiatan, Rasyidi menegaskan komitmen Bawaslu dalam memperjuangkan pemenuhan hak-hak warga negara, khususnya kelompok disabilitas, agar dapat berpartisipasi secara penuh dalam setiap proses pemilu yang berintegritas.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah berharap keterlibatan kelompok rentan dalam pengawasan partisipatif semakin meningkat, sehingga mampu mendorong terwujudnya demokrasi yang inklusif, adil, dan bermartabat.
Penulis: Syukran
Foto: Milan
Editor: Milan