Lompat ke isi utama

Berita

Nasrun: Partisipasi Pemilih Pemilu 2024, Lebih Tinggi dari Pemilu Sebelumnya

Nasrun: Partisipasi Pemilih Pemilu 2024, Lebih Tinggi dari Pemilu Sebelumnya

Nasrun: Partisipasi Pemilih Pemilu 2024, Lebih Tinggi dari Pemilu Sebelumnya

Palu, Bawaslu Sulteng – Ketua Bawaslu Sulteng, Nasrun, memaparkan data terkait partisipasi pemilih dan tantangan yang dihadapi pada Pemilu 2024, yang menunjukkan partisipasi pemilih mencapai 81.48%, angka yang lebih tinggi dibandingkan pemilu sebelumnya.

Data tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Tengah. Kamis (08/07/2024).

Nasrun mengapresiasi peningkatan partisipasi pemilih tersebut, yang juga tercermin dari penurunan jumlah Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) di Sulawesi Tengah dibandingkan pemilu sebelumnya. Namun, ia mencatat bahwa PSU pada Pemilu 2024 di Sulawesi Tengah dapat berkolerasi dengan jumlah pemilih potensial yang belum memiliki KTP Elektronik (KTP El), menyoroti pentingnya perhatian pada tahap pemutakhiran daftar pemilih yang sedang berjalan dalam tahapan Pemilihan Kepala Daerah.

"Pemutakhiran daftar pemilih sangat penting untuk memastikan tidak ada pemilih yang kehilangan haknya karena masalah administrasi," tegas Nasrun.

Nasrun juga menekankan bahwa salah satu tugas Bawaslu adalah menyusun Indeks Kerawanan Pemilu (IKP). Meskipun IKP Provinsi Sulawesi Tengah berada pada level rendah, namun secara agregasi, kabupaten/kota di Sulawesi Tengah masuk kategori rawan sedang. Dua faktor utama yang menjadi penyebab tingginya kerawanan adalah netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan politik uang.

"Kerawanan dapat menjadi lebih tinggi pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah, karena pelaksanaannya serentak di seluruh wilayah," lanjut Nasrun.

Terkait netralitas penyelenggara pemilu, yang juga merupakan indikator dalam IDI, Nasrun menginformasikan bahwa hingga saat ini belum ada putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait adanya penyelenggara yang tidak netral di Sulawesi Tengah.

Nasrun berharap dengan penekanan pada isu-isu ini, pihak-pihak terkait dapat lebih waspada dan berupaya untuk menjaga integritas pemilu, sehingga dapat meningkatkan kualitas demokrasi di Sulawesi Tengah dan Indonesia pada umumnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh pemangku kepentingan di Provinsi Sulawesi Tengah, termasuk akademisi dan media lokal yang ada di Sulawesi Tengah. [caption id="attachment_8837" align="aligncenter" width="688"] Foto Ketua Bawaslu Sulteng, Nasrun, saat memaparkan data terkait pelaksanaan Pemilu 2024 di kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Tengah. Kamis (08/07/2024)[/caption] Penulis : Milan Foto : Sigit
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle