Rasyidi: Mahasiswa Punya Peran Strategis dalam Pengawasan Pemilu
|
Palu, Bawaslu Sulteng – Mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi melalui keterlibatan aktif dalam pengawasan partisipatif. Tidak hanya memahami dinamika kebijakan kepemiluan, mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi penggerak kesadaran politik masyarakat serta ikut mengawal setiap tahapan Pemilu 2029.
Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Rasyidi Bakry, saat menjadi pemantik dalam dialog publik bertajuk “Menelaah Masa Depan Parliamentary Threshold Pemilu 2029 Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi” yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako, Sabtu (31/10/2026).
Dalam dialog interaktif tersebut, Rasyidi menjelaskan bahwa demokrasi tidak semestinya hanya berorientasi pada penyelenggaraan Pemilu, tetapi juga harus mampu mendorong terwujudnya good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik. Hal itu dapat diwujudkan melalui partisipasi masyarakat, akuntabilitas, transparansi, serta mekanisme pengawasan yang berjalan sesuai ketentuan.
Menurutnya, pengawasan Pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Partisipasi tersebut dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti memastikan diri telah terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu 2029.
“Dimulai dari hal sederhana, seperti memastikan diri telah terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu 2029, merupakan salah satu bentuk keterlibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif,” ujar Rasyidi.
Ia menambahkan, mahasiswa memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi dalam membangun kesadaran politik masyarakat sekaligus memastikan hak-hak politik warga negara terlindungi. Dengan kapasitas intelektual dan daya kritis yang dimiliki, mahasiswa diharapkan dapat mengambil bagian dalam mengawal proses demokrasi.
Rasyidi juga mengajak mahasiswa untuk berperan aktif mengawasi setiap tahapan Pemilu dengan menolak praktik politik uang serta tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks yang dapat merusak kualitas demokrasi.
Menutup penyampaiannya, Rasyidi berharap mahasiswa tidak hanya mengikuti perkembangan wacana kebijakan kepemiluan, termasuk parliamentary threshold, tetapi juga meningkatkan kepedulian dan keterlibatan nyata dalam pengawasan Pemilu 2029. Peran aktif generasi muda dinilai penting untuk mewujudkan proses demokrasi yang berintegritas dan berkualitas.
Penulis: Syukran
Foto: M Ryanto
Editor: Milan