Bawaslu Dorong Generasi Muda Awasi Kerawanan Pemilu
|
Palu, Bawaslu Sulteng – Bawaslu mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam mengawasi potensi kerawanan pemilu melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan bertajuk Gema Ramadan: Gerakan Masyarakat Awasi Kerawanan (Pengawasan Partisipatif) yang digelar di Kantor Bawaslu Sulteng, Jumat (13/03/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Dewi Tisnawaty, Kepala Sekretariat Bawaslu Sulteng Rahmat Fauzi Mursalin, serta para Kepala Bagian Bawaslu Sulteng. Kegiatan ini juga diikuti jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Tengah serta masyarakat yang bergabung secara daring melalui Zoom Meeting.
Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Lolly Suhenty, turut memberikan penyampaian sekaligus arahan melalui video rekaman pribadi yang ditayangkan kepada seluruh peserta kegiatan.
Dalam arahannya, Lolly menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses kepemiluan. Menurutnya, kelompok muda merupakan aktor strategis dalam mengawal demokrasi di era digital.
Ia menjelaskan bahwa generasi muda memiliki keunggulan dalam mengakses teknologi informasi serta kemudahan memperoleh berbagai sumber pengetahuan, termasuk literasi kepemiluan melalui platform digital.
“Kelompok muda sangat penting dalam kepemiluan. Anak muda adalah aktor pengawal demokrasi yang kuat karena memiliki akses teknologi informasi yang luas, kemudahan mendapatkan informasi, serta literasi kepemiluan melalui digital,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Sulteng, Dewi Tisnawaty, mengatakan bahwa pemuda harus memiliki kepedulian terhadap proses pemilu dengan mengambil bagian dalam pengawasan secara aktif.
Ia mencontohkan langkah sederhana yang dapat dilakukan generasi muda, salah satunya dengan memastikan dirinya telah terdaftar dalam daftar pemilih.
“Salah satu hal yang sederhana yaitu dengan mengecek namanya apakah terdaftar sebagai daftar pemilih atau tidak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dewi menambahkan bahwa momentum bulan suci Ramadan menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kebaikan, termasuk dalam upaya pencegahan pelanggaran pemilu. Ia menilai langkah pencegahan yang dilakukan dalam pengawasan pemilu juga merupakan bagian dari ikhtiar kebaikan yang bernilai ibadah.
Melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini, Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah berharap semangat pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga tumbuh sebagai gerakan bersama masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga integritas demokrasi di Sulawesi Tengah.
Penulis: Syukran
Foto: Lela/Yahya
Editor: Milan