Dewi Tisnawaty Tekankan Kesiapan P2P dan Sinergi Jajaran
|
Palu, Bawaslu Sulteng – Kesiapan teknis dan sinergi antar jajaran menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) sebagai instrumen strategis penguatan pengawasan pemilu. Hal ini ditegaskan Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Dewi Tisnawaty, saat memimpin rapat lanjutan persiapan P2P yang digelar secara daring, Jumat (24/04/2026).
Rapat ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan persiapan sebelumnya, sekaligus upaya memastikan seluruh aspek pelaksanaan P2P berjalan optimal, mulai dari ketepatan sasaran, mekanisme, hingga kesiapan teknis di tingkat kabupaten/kota. Kegiatan diikuti oleh Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah, kasubbag, serta staf teknis Divisi Pengawasan.
Dalam arahannya, Dewi menegaskan bahwa P2P bukan sekadar kegiatan edukatif, tetapi merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan peserta P2P nantinya tidak hanya memahami konsep pengawasan partisipatif, tetapi juga mampu terlibat aktif dalam mengawal setiap tahapan Pemilu,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang intensif antar jajaran sebagai faktor penentu keberhasilan pelaksanaan kegiatan.
“Kesuksesan pelaksanaan P2P merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat harus membangun komunikasi dan koordinasi yang baik agar kegiatan berjalan maksimal dan tepat sasaran,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dewi menyampaikan bahwa narasumber dalam pelaksanaan P2P akan melibatkan pimpinan Bawaslu Kabupaten/Kota, khususnya yang membidangi Divisi Pengawasan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh narasumber mempersiapkan materi secara matang, terutama terkait pengawasan partisipatif dan penguatan peran masyarakat.
Di akhir kegiatan, Dewi berharap program ini mampu melahirkan kader-kader pengawas partisipatif yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga aktif berkontribusi dalam praktik pengawasan di lingkungan masing-masing.
“Output yang kita harapkan adalah lahirnya kader-kader pengawas partisipatif yang berfungsi dan bergerak, serta terbentuknya masyarakat yang sadar, aktif, dan berani terlibat dalam pengawasan partisipatif demi mewujudkan Pemilu yang demokratis, jujur, dan adil,” tutupnya.
Penulis: Qadri
Foto: Yahya
Editor: Milan